Korban Scam Kamboja Asal Karawang Pulang, Tim Advokasi dan PERMATA Karawang Beri Pendampingan Penuh



JURNAL PPWI KARAWANG - 

Perkumpulan Masyarakat Batak Karawang (PERMATA Karawang) memfasilitasi ambulans untuk menjemput Pekerja Migran Indonesia (PMI), Jaja Sudrajat, warga Dusun Krajan I RT 05/03, Desa Sukamerta, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, yang menjadi korban tindak penipuan (scam) di Kamboja.

Jaja Sudrajat mengalami patah tulang belakang setelah nekat melompat dari lantai tiga sebuah kantor scam di Kamboja saat berusaha melarikan diri dari lokasi tempat dirinya bekerja. 

Setelah melalui proses panjang, Jaja akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (14/6/2026), sebelum dijemput oleh keluarga dan tim pendamping.

Dalam proses penjemputan tersebut, PERMATA Karawang menyediakan fasilitas ambulans beserta kebutuhan pendukung lainnya untuk memastikan Jaja dapat dibawa pulang dengan aman ke Karawang mengingat kondisi kesehatannya yang masih membutuhkan penanganan khusus.

Keluarga korban yang didampingi H. Entis Sutisna dari Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), yang juga tergabung dalam Tim Advokasi Jabar Istimewa, menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan kepedulian yang ditunjukkan PERMATA Karawang.

Ketua Pelaksana Harian PERMATA Karawang, Mardiman Ujung, mengaku prihatin atas musibah yang menimpa Jaja Sudrajat. Ia berharap keluarga tetap tabah menghadapi cobaan tersebut.

"Setelah mendapat informasi mengenai kebutuhan ambulans untuk penjemputan, saya langsung berkoordinasi dengan Ketua Umum dan Sekretaris Umum. Kami segera menyiapkan ambulans beserta seluruh kebutuhan yang diperlukan untuk menjemput Jaja di bandara," ujar Mardiman Ujung.

Menurutnya, langkah cepat dalam membantu warga yang mengalami musibah seharusnya juga menjadi perhatian pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun pemerintah desa sebagai pihak yang paling dekat dengan masyarakat.

Sementara itu, H. Entis Sutisna meminta Pemerintah Kabupaten Karawang memberikan perhatian khusus kepada Jaja dan keluarganya pasca kepulangan dari luar negeri.

"Karena bagaimanapun juga keluarga pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit, baik untuk pengobatan maupun kebutuhan hidup sehari-hari. Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah," kata H. Entis Sutisna.

Ia menambahkan, proses pemulangan Jaja merupakan hasil perjuangan berbagai pihak yang tergabung dalam tim advokasi yang selama ini mendampingi dan mengupayakan kepulangannya ke tanah air.

Dalam rombongan penjemputan di Bandara Soekarno-Hatta, turut hadir istri dan anggota keluarga korban yang didampingi tim advokasi. Kehadiran mereka menjadi momen haru setelah penantian panjang untuk membawa Jaja kembali ke kampung halamannya di Rawamerta.

Kasus yang dialami Jaja Sudrajat kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak memiliki prosedur resmi dan berpotensi menjerumuskan pekerja migran ke dalam praktik penipuan maupun eksploitasi.

 TANG SP / TIM