Ratusan Rumah di Cikampek dan Kotabaru Terendam Banjir, Tanggul Sungai Jebol Paksa Warga Mengungsi



JURNAL PPWI KARAWANG - 

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Karawang sejak Minggu (25/5/2026) siang hingga sore menyebabkan sejumlah tanggul sungai di Kecamatan Cikampek dan Kecamatan Kotabaru jebol. 

Akibatnya, ratusan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter.

Banjir yang datang secara tiba-tiba membuat warga panik. Derasnya arus air yang masuk ke permukiman juga menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan dan barang-barang milik warga hanyut maupun rusak akibat terendam air.

Sejumlah warga yang terdampak terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman sambil menunggu debit air surut.

Salah seorang warga yang rumahnya terdampak banjir tak kuasa menahan kesedihannya saat melihat kondisi tempat tinggalnya yang porak-poranda akibat terjangan air.

“Rumah aku habis Ya Allah! Astagfirullahalazim, Ya Allah!” ujar seorang warga sambil menangis histeris.

Tim Satgas BPBD Karawang langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan terhadap wilayah terdampak banjir. Petugas juga memantau sejumlah titik tanggul yang dilaporkan mengalami kerusakan.

Anggota Tim Satgas BPBD Karawang, Darmawan, menjelaskan bahwa terdapat beberapa titik banjir parah di wilayah Kecamatan Cikampek.

“Di Kecamatan Cikampek ada empat titik. Cikampek Selatan dari RW 1, RW 2, RW 9. Kemudian Cikampek Dauwan Tengah RW 1, RW 10, RW 11. Terus di daerah Torojog, jembatan Cikarangelam itu terdampak dari aliran Cikarangelam ” jelas Darmawan.

Ia juga menyebutkan bahwa banjir di wilayah Pajaten dan Sentul diperparah akibat tanggul yang jebol.

“Di Pajaten sekitar satu meter imbas dari Cikarangelam. Di Sentul, Cikampek Selatan juga sekitar satu meter karena ada tanggul yang jebol, kemungkinan ada yang ambrol juga,” tambahnya.

Hingga Minggu malam, petugas gabungan masih melakukan evakuasi warga serta pendataan rumah-rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir. Warga diimbau tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah Karawang masih cukup tinggi.

TANG SP