Giat Senam Mahatma Digelar di Masjid Besar Asy-Syuhada Cikampek Timur, Gabungkan Kesehatan Fisik dan Spiritual
JURNAL PPWI KARAWANG -
Karawang – Area Masjid Besar Asy-Syuhada, Desa Cikampek Timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, menjadi lokasi pelaksanaan Giat Senam Mahatma, Sabtu (24/01/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini diikuti peserta dari berbagai wilayah di sekitar Cikampek.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DKM Masjid Besar Asy-Syuhada, Muktar Ependi, jajaran struktur Tim Senam Mahatma, serta Ketua Jaringan Senam Mahatma, Ace Kurnia, S.Ag. Puluhan peserta tampak antusias mengikuti rangkaian senam pernapasan yang dipadukan dengan gerakan jurus dan dzikir.
Ketua Jaringan Senam Mahatma, Ace Kurnia, S.Ag, menjelaskan bahwa Senam Mahatma merupakan olahraga pernapasan yang lahir dari kearifan lokal Indonesia dan bertujuan menjaga kesehatan jasmani sekaligus rohani.
“Senam Mahatma adalah singkatan dari Maju Sehat Bersama. Ini bukan berasal dari Sanskerta atau India, melainkan ilmu pernapasan lokal Indonesia yang menggabungkan jurus, napas segitiga, dan dzikir,” ujarnya.
Ia menambahkan, Senam Mahatma berfungsi sebagai terapi alami untuk membangkitkan bioenergi tubuh, meningkatkan daya tahan, serta membantu pemulihan berbagai penyakit tanpa obat kimia.
“Latihan ini mengandalkan tiga elemen utama, yaitu jurus atau gerakan, teknik napas segitiga, dan dzikir sesuai keyakinan masing-masing,” tambahnya.
menyampaikan bahwa olahraga Mahatma telah berkembang sejak tahun 1985 dan memiliki jaringan luas hingga mancanegara.
“Alhamdulillah, Mahatma didirikan oleh guru kami, almarhum Kiai Haji Nurdin Nur Ahmad Rifa’i, M.Pi, dengan satu tujuan utama, yaitu sehat dan silaturahmi. Saat ini anggotanya hampir mencapai satu juta orang dengan sekitar 4.000 titik unit latihan di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan rencana menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan Mahatma di wilayah Cikampek dan sekitarnya.
“Dengan dukungan DKM Masjid Asy-Syuhada, insyaallah masjid ini akan menjadi pusat kegiatan Mahatma di Cikampek. Kami juga membuka pendaftaran bagi calon anggota baru,” katanya.
Ace menjelaskan, calon anggota akan mengikuti latihan pengenalan sebanyak 7 hingga 14 kali pertemuan, mencakup 10 jurus dasar, teknik napas segitiga—menarik, menahan, dan menghembuskan napas melalui hidung—serta penguatan spiritual melalui dzikir.
“Kami terbuka untuk semua agama. Keyakinan kami satu, Tuhan Yang Maha Esa. Yang membedakan hanyalah tata cara ibadahnya,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap Senam Mahatma dapat menjadi sarana menjaga kesehatan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kesadaran hidup sehat secara fisik dan spiritual di tengah masyarakat.
TANG SP

Komentar via Facebook