Pasar Sasagaran Kampung Dangder Purwakarta Suguhkan Kuliner Khas Sunda, Tarik Pengunjung Luar Daerah



JURNAL PPWI KARAWANG - 

Purwakarta – Pasar Sasagaran yang berlokasi di Kampung Dangder, Kabupaten Purwakarta, hadir sebagai destinasi wisata kuliner tradisional berbasis budaya Sunda. Sejak mulai beroperasi pada September 2025, pasar ini perlahan menjadi magnet baru bagi masyarakat lokal hingga wisatawan dari luar daerah.

Pasar Sasagaran menyuguhkan beragam kuliner khas Sunda tempo dulu yang kini mulai jarang ditemui. Sejumlah makanan tradisional seperti kulub-kuluban, sorabi, belem huwi, kulub kacang, kulub jagong, hingga aneka jajanan khas Sunda lainnya menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.

Salah seorang pedagang di Pasar Sasagaran mengungkapkan, sejak dibuka, pasar tersebut tidak hanya ramai dikunjungi warga sekitar, tetapi juga menarik minat pengunjung dari berbagai daerah di Jawa Barat hingga Jakarta.

“Alhamdulillah, yang datang bukan hanya warga Purwakarta saja, tapi juga dari luar kota seperti Bogor, Bandung, Bekasi sampai Jakarta. 

Mereka datang untuk mencari hiburan sekaligus menikmati suasana dan kuliner tradisional, apalagi di momen libur tahun baru 2026,” ujar salah satu pedagang saat ditemui, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 11.08 WIB.

Selain menawarkan kuliner tradisional, Pasar Sasagaran juga mengusung konsep arsitektur khas Sunda yang kental. Bangunan pasar didesain menyerupai kampung adat dengan sentuhan budaya lokal, sehingga menghadirkan suasana tempo dulu yang autentik.

“Konsep bangunannya mengusung nuansa kampung adat Sunda. Gaya arsitekturnya mirip seperti Lembur Pakuan, yang identik dengan budaya Sunda,” tambah pedagang tersebut.

Keberadaan Pasar Sasagaran di Kampung Dangder ini menjadi ruang nostalgia sekaligus sarana edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal kembali kekayaan kuliner dan tradisi Sunda yang mulai tergerus zaman.

Pasar Sasagaran dibuka setiap hari Sabtu dan Minggu. Ke depan, pasar ini diharapkan dapat menjadi ikon wisata kuliner tradisional di Kabupaten Purwakarta, sekaligus berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal dan peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.

TANG SP