Unik dan Berbeda, Sujani Kampanye Tanpa Konvoi di Cikampek Selatan
JURNAL PPWI KARAWANG -
Karawang – Calon Kepala Desa Cikampek Selatan nomor urut 2, Sujani, menggelar kampanye perdana dengan konsep yang berbeda dari biasanya. Kampanye berlangsung di Lapangan PI Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, pada Rabu (17/12/2025) mulai pukul 13.00 WIB, tanpa mengumpulkan massa besar maupun melakukan konvoi.
Kegiatan kampanye tersebut dihadiri oleh unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satlinmas, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta para simpatisan. Seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Panitia kampanye membagi acara ke dalam lima sesi. Dimulai pukul 12.30 WIB dengan pengambilan kupon, dilanjutkan hiburan musik pada pukul 13.00 WIB. Pada pukul 14.00 WIB, peserta mengikuti kegiatan makan bersama, kemudian dilanjutkan orasi dari tim dan calon kepala desa pada pukul 15.00 WIB. Acara berakhir pada pukul 16.00 WIB.
Dalam orasinya, Sujani menyampaikan visi dan misinya dengan gaya sederhana dan lugas. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah pelayanan kepada masyarakat.
“Visi saya hanya satu. Menang, Alhamdulillah. Kalah, Alhamdulillah. Tapi misi saya berbeda dengan yang lain. Program unggulan saya cuma satu, yaitu mempermudah permasalahan masyarakat dengan sebaik mungkin,” ujar Sujani di hadapan simpatisan.
Ia menambahkan, seluruh program yang ditawarkan berorientasi pada kemudahan pelayanan di berbagai aspek pemerintahan desa.
“Program saya adalah mempermudah segala aspek dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Terkait persoalan bantuan sosial (bansos) dan Program Keluarga Harapan (PKH), Sujani menilai masih banyak permasalahan dalam pendistribusian yang tidak tepat sasaran. Namun, ia menekankan bahwa yang perlu dievaluasi adalah data penerima, bukan programnya.
“Saya bukan mau merevisi bansos atau PKH-nya, tapi penerimanya. Apakah sudah sesuai dengan undang-undang atau belum. Karena di sini, mohon maaf, banyak yang salah sasaran,” jelasnya.
Menurut Sujani, kesalahan data tersebut bukan sepenuhnya tanggung jawab kepala desa.
“Ini bisa jadi kesalahan data dari RT dan RW. Kepala desa itu hanya menandatangani agar bansos atau PKH bisa cair,” tambahnya.
Sebagai penutup, Sujani menyampaikan harapannya jika dipercaya masyarakat untuk memimpin Desa Cikampek Selatan.
“Harapan saya, kalau saya terpilih, insya Allah perubahan pemerintahan desa akan kita wujudkan dengan metode pelayanan satu pintu, agar segala urusan masyarakat menjadi lebih mudah,” pungkasnya.
Kampanye perdana ini menjadi perhatian warga karena dinilai lebih sederhana, tertib, dan mengedepankan pesan substansi dibandingkan pengerahan massa.
TANG SP

Komentar via Facebook