Camat Cikampek dan Pemdes Cikampek Barat Kolaborasi Tertibkan TPS Liar, Edukasi Warga Kelola Sampah dari Rumah



JURNAL PPWI KARAWANG - 

Karawang – Pemerintah Kecamatan Cikampek bersama Pemerintah Desa Cikampek Barat melakukan aksi kolaboratif dalam penanganan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang berada di Dusun 03 Sukajadi Kebon Buah, Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Senin (27/7/2026).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Camat Cikampek Adi Firmansyah, S.H., P.P., M.M., didampingi Kepala Desa Cikampek Barat Yuyun Yuningsih, A.Md., serta melibatkan berbagai unsur di antaranya Direktur Bank Sampah Latanza Jois, Tim Oren/DLHK Kabupaten Karawang, LSM GHAMM, LSM GRIB, mahasiswa UBP, perangkat desa, RT/RW, serta masyarakat sekitar.

Aksi tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas banyaknya keluhan warga mengenai keberadaan TPS liar yang menimbulkan bau menyengat, pencemaran lingkungan, hingga gangguan kesehatan akibat pembakaran sampah secara sembarangan.

Dalam kegiatan itu, tim gabungan melakukan pengangkutan tumpukan sampah, sekaligus menyiapkan pemasangan papan larangan membuang sampah, papan Bank Sampah, serta rencana pemasangan CCTV sebagai langkah pencegahan agar lokasi tersebut tidak kembali dijadikan tempat pembuangan sampah liar.

Camat Cikampek Adi Firmansyah menegaskan bahwa persoalan sampah tidak cukup hanya diselesaikan dengan membersihkan lokasi, tetapi juga harus dibarengi dengan perubahan pola pikir masyarakat.

"Hari ini kami menindaklanjuti kondisi TPS liar ini karena menjadi pengaduan masyarakat. Sampah yang menumpuk menimbulkan bau, bahkan sering dibakar sehingga menimbulkan asap yang mengganggu. Setelah dibersihkan, lokasi ini akan dipasang papan imbauan dan CCTV. Yang paling penting adalah memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ini bukan tempat pembuangan sampah," ujar Adi Firmansyah.

Ia mengajak masyarakat mulai memilah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, sampah plastik maupun anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis dapat disalurkan melalui Bank Sampah, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos maupun pupuk cair.

"Kalau kita tidak bijak mengelola sampah, maka sampah menjadi musibah. Tetapi kalau dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi keberkahan bahkan bernilai ekonomi. Mari mulai dari rumah, mulai dari diri sendiri untuk memilah sampah," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cikampek Barat, Yuyun Yuningsih, A.Md., mengimbau seluruh masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan demi menjaga kebersihan lingkungan.

"Saya mengajak seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Buanglah sampah pada tempatnya, karena sampah yang menumpuk dapat mengganggu lingkungan dan memicu berbagai penyakit. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman," ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Bank Sampah Latanza, Jois, mengapresiasi sinergi antara pemerintah, DLHK, organisasi masyarakat, dan warga dalam menyelesaikan persoalan sampah di wilayah tersebut.

"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap keluhan masyarakat akibat bau sampah yang sangat mengganggu. Ke depan kami berharap masyarakat ikut bersinergi menjaga kebersihan lingkungan dan tidak hanya mengandalkan pemerintah. Terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup yang telah memfasilitasi armada pengangkut sampah," katanya.

Ia juga berharap lokasi yang telah dibersihkan dapat terus dijaga bersama agar tidak kembali menjadi TPS liar.

Sebagai simbol komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan ajakan kepada masyarakat untuk menerapkan budaya pengelolaan sampah melalui slogan "Mulai Dari Rumah, Mulai Dari Diri Sendiri, Pilah Sampah" serta seruan "Bebas Sampah!"

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama, dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas.

TANG SP.