Monitoring SPPG Kecamatan Cikampek, Camat Adi Firmansyah Dorong Optimalisasi Intervensi Stunting



JURNAL PPWI KARAWANG - 

Pemerintah Kecamatan Cikampek yang dipimpin langsung oleh Camat Cikampek, Adi Firmansyah, SH., MM., melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan di SPPG Cikampek Barat 3 yang berlokasi di Jalan Stasion Cikampek Nomor 30, Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, di bawah naungan Yayasan Riafus Mitra Sejahtera.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah unsur lintas sektor, di antaranya Korwilcambidik Cikampek Drs. H. Sanusi, M.Pd., Sanitarian Ahli Pertama Sintia Ampera Dewi, SKM., Kasi Trantib Ade Saprudin, SE., Kasi Kesos Ade Sutardi, SE., MM., Koordinator UPTD PelKB Cikampek Indra Setiawan, S.Sos., serta Penata Kelola Sistem dan Teknologi Informasi Rizki Makmur Ibrahim, S.Kom.

Dalam kegiatan monitoring lapangan tersebut, tim melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program penerima manfaat serta intervensi percepatan penanganan stunting di wilayah Kecamatan Cikampek.

Ribuan Penerima Manfaat Tercatat

Berdasarkan hasil kunjungan lapangan Tim Monev SPPG Kecamatan, jumlah penerima manfaat program tercatat sebanyak 2.634 penerima manfaat (PM). Penerima tersebut meliputi siswa SD, TK, PAUD, hingga Posyandu.

Pelaksanaan distribusi bantuan dan pendataan penerima manfaat dinilai berjalan cukup baik karena melibatkan kader serta perangkat wilayah setempat.

Camat Cikampek Adi Firmansyah mengatakan, monitoring ini dilakukan untuk memastikan program berjalan tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan seluruh program pelayanan gizi dan penanganan stunting berjalan optimal, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Adi Firmansyah di sela kegiatan monitoring.

Fokus Intervensi untuk Balita dan Ibu Hamil

Dalam penanganan stunting, program intervensi difokuskan kepada Balita Bawah 3 Tahun (B3) serta ibu hamil (bumil).Data yang dihimpun menunjukkan terdapat 8 Posyandu dengan total 858 sasaran penanganan, baik balita maupun ibu hamil.

Sebagai bentuk intervensi tambahan gizi, program juga memberikan bantuan ekstra telur kepada sasaran penerima manfaat stunting selama lima hari berturut-turut.

Namun, berdasarkan hasil monitoring di lapangan, pelaksanaan pemberian telur saat ini masih berjalan sebanyak dua kali dalam seminggu.

Menanggapi hal tersebut, Tim Monitoring dan Evaluasi Kecamatan memberikan arahan agar pelaksanaan intervensi dapat ditingkatkan sesuai rencana program yang telah ditetapkan.

“Pemberian asupan tambahan harus dilakukan secara konsisten agar tujuan pemenuhan gizi bagi balita dan ibu hamil dapat tercapai secara maksimal,” ungkap salah satu tim monitoring Kecamatan Cikampek.

Pemerintah Kecamatan Cikampek berharap sinergi seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga perangkat wilayah dapat terus diperkuat guna mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Cikampek.

TANG SP