Drama Musikal “Bermain di Negeri Awan” Spektakuler di Karawang, Ribuan Penonton Terpukau
JURNAL PPWI KARAWANG -
Pementasan drama musikal “Bermain di Negeri Awan” sukses menjadi salah satu pertunjukan seni paling spektakuler di Karawang tahun ini,Digelar di Gor Panatayudha, Sabtu (2/5), pagelaran yang disutradarai Hendra Wijaya atau yang dikenal sebagai Paman Kwek Kwek ini mampu memukau ribuan penonton dari berbagai kalangan.
Pertunjukan yang dibawakan dengan penuh totalitas oleh Sanggar Andara dari Sekolah Dar El Falah tersebut menghadirkan konsep panggung imajinatif, alur cerita menyentuh, serta perpaduan apik antara drama, musik, dan permainan edukatif.
Tak hanya menjadi hiburan, pementasan ini juga sarat pesan moral dan nilai pendidikan bagi anak dan remaja.Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Ketua Komisi IV DPRD Karawang Drs. H. Junaedi, M.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikpora) Karawang, istri Bupati Karawang( Hj.Vida Syaepuloh) Sekcam Karawang Barat, serta perwakilan Perhimpunan Sineas dan Perfilman (Perpisip) Karawang.
Ketua Komisi IV DPRD Karawang, Asep, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kualitas pertunjukan ini.
“Ini sangat spektakuler. Sayang sekali jika Pemerintah Kabupaten Karawang tidak merespons kegiatan seni berkualitas seperti ini. Saya akan mendorong agar pertunjukan ini bisa dipentaskan kembali, termasuk di wilayah Cikampek agar menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karawang. Ia menilai pementasan ini sangat relevan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain menghibur, pertunjukan ini juga mendidik. Ada unsur permainan yang dikemas sebagai sarana pembelajaran yang menarik bagi anak-anak,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan melaporkan kegiatan tersebut kepada Kepala Dinas dengan harapan dapat kembali digelar pada peringatan Hari Anak Nasional pada Juli mendatang.
Di balik kemegahan panggung, tersimpan perjuangan besar dari pihak penyelenggara. Seluruh biaya produksi ditanggung secara mandiri tanpa dukungan sponsor dari pemerintah daerah maupun dinas terkait.
Penjualan tiket yang belum memenuhi target membuat penyelenggara harus menutup kekurangan biaya dengan dana pribadi demi menjaga kualitas pertunjukan.
Meski demikian, semangat berbagi tetap diutamakan. Dari total sekitar 4.700 penonton yang hadir dalam empat sesi pertunjukan, sebanyak 1.000 anak yatim diundang secara gratis untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.
Mereka juga mendapatkan sajian dari sponsor pendukung, Dimsum Ratu.Sutradara Hendra Wijaya menegaskan pentingnya dukungan pemerintah terhadap kegiatan seni edukatif.
“Kami berharap Dinas Pendidikan bisa lebih peka dan responsif terhadap kegiatan seni seperti ini. Kolaborasi antara seni dan pendidikan sangat penting untuk membangun generasi yang kreatif, berkarakter, dan berbudaya,” ungkapnya.
Pementasan “Bermain di Negeri Awan” tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton, tetapi juga menjadi bukti bahwa karya seni lokal mampu tampil megah, inspiratif, dan berdampakluas bagi masyarakat.
TANG SP

Komentar via Facebook