Tiba-Tiba Ambruk! Tiga Ruang Kelas SDN 3 Jomin Barat Roboh, Siswa Selamat Karena Libur



JURNAL PPWI KARAWANG - 

Karawang – Tiga ruang kelas di SDN 3 Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, ambruk pada Jumat (20/02/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena saat kejadian sekolah dalam kondisi libur.

Kepala SDN 3 Jomin Barat, Lilis Garnita, S.Pd., mengatakan, peristiwa robohnya tiga ruang kelas tersebut terjadi secara tiba-tiba dan sempat membuat dirinya terkejut.

“Kejadiannya hari Jumat sekitar pukul 10.30. Pagi sempat gerimis, tapi siangnya sudah cerah, tidak ada angin atau tanda-tanda apa pun. Tiba-tiba dapat kabar dari warga sekitar bahwa atap sekolah roboh. Saya kaget dan tidak menyangka,” ujar Lilis saat diwawancarai, Senin (23/02/2026).

Menurutnya, bangunan sekolah yang ambruk tersebut diperkirakan telah berusia sekitar 16 tahun. Selama ini, pihak sekolah rutin melakukan perbaikan ringan apabila terdapat kebocoran atau kerusakan kecil.

“Kalau ada bocor sedikit biasanya langsung kami perbaiki. Bahkan dua atau tiga tahun lalu sempat dicat. Tidak ada tanda-tanda kerusakan parah sebelumnya,” ungkapnya.

Adapun tiga ruang kelas yang terdampak yakni ruang kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Total siswa di SDN 3 Jomin Barat saat ini berjumlah 132 orang.

“Alhamdulillah waktu kejadian sedang libur, jadi tidak ada siswa maupun guru yang menjadi korban,” tambahnya.

Lilis menjelaskan, setengah jam setelah kejadian, pihaknya langsung dihubungi oleh dinas terkait dan unsur pemerintah kecamatan. Petugas dari Koramil, kepolisian, serta perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang juga segera datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan.

“Alhamdulillah hari itu juga dari dinas langsung menelepon menanyakan kronologis kejadian. Saya diminta mengirimkan berita acara dan proposal. Insyaallah sedang diproses karena ini termasuk bencana,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan solusi agar kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat kembali berjalan normal.

“Harapan kami tentu secepatnya ada jalan keluar dan ruang kelas bisa dibangun kembali, supaya anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” tuturnya.

Saat ini, pihak sekolah masih menunggu tindak lanjut dari dinas terkait mengenai langkah penanganan dan rencana perbaikan bangunan yang roboh tersebut.

TANG SP