Dump Truck Angkut Tanah Rusak Pagar Jembatan Situ Kamojing, Diduga Tersesat Ikuti Aplikasi GPS
JURNAL PPWI KARAWANG -
KARAWANG — Sebuah kendaraan angkutan barang jenis dump truck mengalami insiden di Jembatan Situ Kamojing, Desa Kamojing, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (9/9/2026) malam sekitar pukul 19.23 WIB.
Dump truck bernomor polisi A 8230 KL tersebut diketahui membawa muatan tanah merah dan hendak menuju wilayah Jalupang Kotabaru Namun, kendaraan yang memiliki dimensi cukup besar itu diduga memaksakan diri melintas di jembatan yang memiliki badan jalan relatif sempit hingga bagian kendaraan menyenggol pagar pembatas jembatan.
Akibat kejadian tersebut, pagar pembatas Jembatan Situ Kamojing mengalami kerusakan.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, terlihat kendaraan secara perlahan memasuki jembatan. Karena lebar kendaraan tidak sebanding dengan ruang jalan yang tersedia, bagian sisi dump truck tampak bergesekan dengan pagar pembatas hingga menyebabkan kerusakan.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga dan sejumlah pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi panik. Beberapa pengendara sepeda motor bahkan terdengar berteriak histeris karena khawatir benturan kendaraan berat tersebut berdampak terhadap kondisi jembatan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kecamatan Cikampek bersama jajaran terkait melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Kamis (10/9/2026).
Pengecekan dilakukan oleh Camat Cikampek Adi Firmansyah, SH., PP., MM., PJ Kasi Trantib Pujiyanto, SE., Satgas Dishub Ari Dariah.,Cikampek,Jajaran PJT Situ Kamojing .,serta RT ,Dusun Kamojing. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat kondisi pagar pembatas sekaligus memastikan situasi jembatan pascakejadian.
Dalam pengecekan tersebut, diketahui pengemudi dump truck bernama Rico Saputra, warga Kampung Cikalong RT 02/RW 18, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Kepada pihak terkait, pengemudi menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui kondisi jalan tersebut karena mengaku tersesat saat mengikuti petunjuk aplikasi navigasi.
“Kami tersesat jalan karena mengikuti aplikasi GPS,” ujar Rico Saputra saat memberikan keterangan.
Dump truck tersebut membawa muatan tanah merah yang rencananya akan dikirim ke wilayah Jalupang.
Pihak Kecamatan Cikampek kemudian melakukan pendataan dan pengecekan kondisi infrastruktur di lokasi. Kejadian ini menjadi perhatian mengingat Jembatan Situ Kamojing merupakan akses yang digunakan masyarakat dan memiliki kondisi badan jalan yang relatif terbatas untuk kendaraan berukuran besar.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat memberikan perhatian terhadap pengaturan lalu lintas kendaraan angkutan barang, khususnya kendaraan berdimensi besar, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Selain berpotensi merusak fasilitas umum, kendaraan berat yang melintas di akses yang tidak sesuai dengan kapasitas dan dimensinya juga dapat membahayakan keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
TANG SP

Komentar via Facebook