Bansos PKH dan BPNT Susulan di Cikampek, 269 Kartu ATM BNI Difasilitasi Kecamatan
JURNAL PPWI KARAWANG -
KARAWANG — Pemerintah Kecamatan Cikampek memfasilitasi distribusi kartu ATM BNI untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) susulan. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cikampek, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Cikampek Adi Firmansyah, SH., PP., MM., Kasi Kesos Ade Sutardi, SE., MM., Ketua Tim Kecamatan Pendamping PKH Cikampek Naseh Sahroni, S.Pd., para pendamping sosial PKH, serta pihak BNI yang diwakili Endang Hidayat.
Camat Cikampek Adi Firmansyah mengatakan, pemerintah kecamatan berupaya memfasilitasi proses distribusi agar bantuan sosial dapat diterima oleh masyarakat yang memang tercatat sebagai penerima manfaat.
“Kami dari Pemerintah Kecamatan Cikampek memfasilitasi kegiatan ini agar proses distribusi kartu dan penyaluran bantuan sosial susulan dapat berjalan tertib. Kami berharap bantuan ini benar-benar dapat diterima oleh masyarakat yang berhak sesuai dengan data yang telah ditetapkan,” ujar Adi Firmansyah.
Dalam kegiatan tersebut tercatat 269 kartu ATM BNI dari 10 desa di Kecamatan Cikampek. Dari jumlah tersebut, sebanyak 269 kartu tercatat dalam data distribusi, dengan sebagian telah berhasil diserahkan kepada KPM, sementara sebagian lainnya belum dapat didistribusikan.
Adapun data distribusi dari masing-masing desa sebagai berikut:
- Desa Cikampek Barat: 81 kartu, 49 tersalur, 32 tidak tersalur.
- Desa Cikampek Kota: 7 kartu, 3 tersalur, 4 tidak tersalur.
- Desa Cikampek Pusaka: 23 kartu, 14 tersalur, 9 tidak tersalur.
- Desa Cikampek Selatan: 41 kartu, 24 tersalur, 17 tidak tersalur.
- Desa Cikampek Timur: 32 kartu, 18 tersalur, 14 tidak tersalur.
- Desa Dawuan Barat: 78 kartu, 58 tersalur, 20 tidak tersalur.
- Desa Dawuan Tengah: 69 kartu, 57 tersalur, 12 tidak tersalur.
- Desa Dawuan Timur: 52 kartu, 37 tersalur, 15 tidak tersalur.
- Desa Kalihurip: 9 kartu, 7 tersalur, 2 tidak tersalur.
- Desa Kamojing: 8 kartu, 2 tersalur, 6 tidak tersalur.
Sejumlah Kartu Belum Terdistribusikan
Tidak seluruh kartu dapat diserahkan kepada KPM pada kegiatan tersebut. Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi di lapangan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kartu belum dapat didistribusikan.
Di antaranya karena KPM telah pindah domisili, KPM meninggal dunia, KPM tidak ditemukan, serta terdapat data penerima yang berstatus hold karena adanya indikasi terkait aktivitas judi online.
Status hold tersebut perlu dipahami sebagai kondisi penahanan sementara dalam proses penyaluran berdasarkan hasil pemadanan atau verifikasi data. Dengan demikian, tidak serta-merta dapat diartikan bahwa setiap KPM yang berstatus hold telah terbukti melakukan tindak pidana.
Pendamping sosial PKH bersama pihak terkait terus melakukan koordinasi dan verifikasi terhadap data KPM agar penyaluran bantuan dapat berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Ketua Tim Kecamatan Pendamping PKH Cikampek, Naseh Sahroni, S.Pd., bersama para pendamping sosial PKH turut mendampingi proses distribusi. Pendamping yang hadir antara lain Triyanto, Nofi Nuraeni, Ida Hidayah, Sri Isnaeni, dan Fitri Annisa Corry.
Sementara itu, pihak BNI yang hadir dalam kegiatan tersebut, Endang Hidayat, turut mendukung proses pendistribusian kartu ATM kepada KPM sesuai data yang tersedia.
Pemerintah Kecamatan Cikampek berharap proses distribusi bansos susulan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat penerima manfaat sekaligus membantu memastikan bahwa bantuan pemerintah disalurkan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan.
Koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pendamping PKH, dan pihak perbankan juga terus dilakukan untuk menindaklanjuti kartu yang belum tersalurkan, termasuk melakukan verifikasi terhadap data KPM yang mengalami perubahan status.
TANG SP

Komentar via Facebook