Dari Pena ke Ruang Aspirasi Desa, Asep Jaya Mantap Maju Calon BPD Cikampek Utara
JURNAL PPWI KARAWANG -
KARAWANG – Bertahun-tahun bergelut di dunia jurnalistik membuat Asep Suherman, yang akrab disapa Asep Jaya, terbiasa mendengar suara masyarakat. Ia menulis, menggali informasi, menyerap keluhan warga, mengawal berbagai persoalan publik, hingga menyampaikan aspirasi masyarakat melalui pemberitaan.
Kini, pengalaman tersebut ingin ia bawa ke ruang pengabdian yang berbeda.
Jurnalis senior sekaligus aktivis organisasi kewartawanan itu resmi memperoleh nomor urut 4 dalam tahapan pengisian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, untuk periode 2026–2034.
Bagi Asep Jaya, nomor urut 4 bukan sekadar identitas dalam kontestasi pemilihan. Angka tersebut menjadi bagian dari langkah baru untuk membawa pengalaman panjangnya di dunia jurnalistik ke lingkungan pemerintahan desa, khususnya dalam menyerap, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Selama berkecimpung di dunia pers, Asep dikenal dekat dengan berbagai persoalan masyarakat. Ia terbiasa bertemu warga dari berbagai latar belakang, mendengarkan keluhan, mencari fakta, melakukan verifikasi, serta meminta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait sebelum sebuah persoalan disampaikan kepada publik.
Pengalaman itulah yang kini ingin dijadikan bekal apabila masyarakat Desa Cikampek Utara memberikan kepercayaan kepadanya untuk duduk sebagai anggota BPD.
Nama Asep Jaya juga bukan sosok baru di kalangan insan pers Karawang. Selain aktif sebagai jurnalis, ia pernah dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) V.
Pengalaman organisasi tersebut membuat Asep terbiasa membangun komunikasi, menyatukan berbagai kepentingan, menjembatani aspirasi, serta membangun sinergi dengan berbagai pihak.
Menurut Asep, pengalaman sebagai jurnalis memiliki irisan yang cukup kuat dengan fungsi BPD, terutama dalam hal menyerap dan menyampaikan suara masyarakat.
Ia terbiasa melihat sebuah persoalan dari berbagai sudut pandang. Setiap informasi harus diperiksa, setiap persoalan perlu didengar dari berbagai pihak, dan setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan publik harus mendapatkan perhatian.
Prinsip tersebut, kata Asep, akan tetap dipertahankan apabila dirinya mendapat amanah sebagai anggota BPD.
“Pengalaman saya di dunia jurnalistik dan organisasi mengajarkan saya untuk tidak diam melihat hal-hal yang kurang tepat, serta selalu mendengar suara yang belum tersampaikan. Sebagai mantan pimpinan IWO Indonesia Wilayah V, saya sudah terbiasa memverifikasi fakta, mengawal kebijakan agar tepat sasaran, serta memastikan hak masyarakat mendapatkan informasi yang jelas,” ujar Asep Jaya, Rabu (12/8/2026).
Asep berpandangan, BPD tidak seharusnya hanya dipahami sebagai lembaga yang hadir untuk melengkapi struktur pemerintahan desa. Lebih dari itu, BPD harus mampu menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan pemerintah desa.
Menurutnya, hubungan yang sehat antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Karena itu, apabila memperoleh kepercayaan masyarakat, Asep berkomitmen membawa pola kerja yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, keterbukaan, dan komunikasi aktif.
Ia ingin setiap proses yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dapat dibicarakan secara terbuka. Dengan demikian, warga tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga memiliki ruang untuk terlibat dalam menentukan arah pembangunan desa.
Bagi Asep, pembangunan desa juga tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak infrastruktur yang dibangun.
Jalan, saluran air, fasilitas umum dan berbagai pembangunan fisik memang penting. Namun, menurut dia, pembangunan memiliki cakupan yang jauh lebih luas, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik, serta terciptanya pemerintahan desa yang terbuka dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Melalui pencalonannya sebagai BPD, Asep Jaya ingin menjadikan pengalaman panjangnya dalam mendengar dan menyuarakan aspirasi masyarakat sebagai modal untuk mengabdi secara langsung di tengah warga.
Dari menulis suara warga di media, kini Asep Jaya siap membawa suara itu ke ruang aspirasi Desa Cikampek Utara. Nomor urut 4 menjadi tanda dimulainya langkah baru: dari pena jurnalistik menuju pengabdian di lembaga desa.
TANG SP

Komentar via Facebook